Dermawan Dalam Kesederhanaan
October 29, 2007 at 7:37 pm | In Cerpen | 7 CommentsOleh Rahayu Suciati
Angin malam semakin dingin menyapa kulit. Sepuluh menit lagi genap pukul sepuluh saat kulirik jam di pergelangan tanganku. Ku masukkan telapak tanganku lebih mendalam pada saku jaketku. Tak banyak berpengaruh, tapi cukup untuk mengurangi tamparan hawa dingin yang mencubit.
Kulangkahkan kakiku makin cepat diantara kerumunan pasar malam yang mulai menandakan kesibukan para pedagang menutup dagangannya. Walau begitu, keramaian orang masih belum bisa dikatakan lengang. Sejauh mataku memindai ke segala arah, masih tampak banyak orang yang melihat-melihat pada apa saja yang bisa ditawarkan oleh pasar yang selalu buka tiap malam ini. Tawar-menawar rupanya masih bersemangat menghidupi suasana pasar ini.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.