Visi Misi FKIP Unlam

August 5, 2007 at 2:27 pm | Posted in FKIP Unlam | 10 Comments

Oleh Rahayu Suciati

Jika Anda yang membaca artikel ini kebetulan termasuk satu dari sekian mahasiswa yang tercatat sedang atau pernah menimba ilmu di FKIP Unlam Banjarmasin, ada satu pertanyaan yang hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Begini pertanyaannya: “Selaku mahasiswa FKIP Unlam, apa visi dan misi dari FKIP Unlam?” Jika jawabannya tidak tahu, sungguh sangat menyedihkan. Bukankah Anda sejatinya anda adalah bagian dari FKIP, bahkan merupakan elemen yang penting dalam gerak majunya FKIP? Lucu bukan jika bagian dari suatu komunitas justru tak tahu sama sekali terhadap tujuan sebenarnya dari komunitas dimana Anda berada di dalamnya dalam kurun waktu yang cukup lama.

Atau mungkin tidak mau ambil pusing soal visi dan misi FKIP. Tenang saja, Anda tidak sendirian. Saya mengalami hal yang sama. Saya sudah kuliah di FKIP hampir empat tahun, namun, beberapa waktu lalu tidak sengaja membacanya, lantas tertarik mengamati sejauh mana perwujudan yang bisa dirasakan sebagai mahasiswanya.

Jika sekarang terpikir untuk mengetahuinya, tidak perlu repot-repot. Ketika memasuki kampus, tidak akan kesulitan mencari plang besar yang menuliskan visi dan lima misi FKIP Unlam. Bagi yang kuliah di sana pasti melewati plang tersebut setiap hari sekalipun mungkin tidak diperhatikan. Padahal isinya begitu bagus bila dicermati.

Kembali lagi menyoal ketertarikan terhadap visi dan misi FKIP Unlam, begitu membacanya saya merespon dengan berpikir, apakah sudah dirasakan mahasiswa? Pastilah ada beberapa point yang sudah terealisasi dan saya yakin FKIP selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan fakultasnya.

Namun, ada satu hal cukup mengganjal: Menjadi lembaga pendidikan tenaga kependidikan yang terkemuka, yang memiliki kemampuan akademik, profesional dan menguasai teknologi informasi serta daya saing tinggi. Tujuan yang sangat ideal bagi sebuah fakultas di tengah era modernisasi dan teknologi ini.

Hal itu juga diperkuat dengan point ke lima, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi sehingga setiap lulusan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, FKIP bertujuan untuk mencetak lulusan yang andal di bidang teknologi selain berkualitas sebagai tenaga pendidik tentunya.

Lalu mari kita kaitkan langsung dengan kenyataan di lapangan. Apakah teknologi sudah merupakan barang wajib bagi para mahasiswanya? Apakah mahasiswanya sudah dapat dikatakan andal dalam penggunaan teknologi?
Mari kita lihat contoh kecilnya, dari gambaran kelas-kelas untuk perkuliahan. Kenyataannya teknologi tak merambah di dalamnya. Papan tulis hitam dan kapur pun masih dominan. Yang berbau teknologi  hanyalah proyektor biasa (yang old fashion) yang cukup ribet pemakaiannya.

Jumlah komputer yang disediakan per jurusan juga tak bisa dibilang banyak. Masih jauh dari kata memadai bila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa. Walaupun sejak setahun belakangan FKIP menambah beberapa ruang perkuliahan dimana fasilitas dengan teknologi yang cukup lengkap sudah dapat dirasakan, namun jumlahnya masih sedikit.

Sebutlah ruang PSB yang bisa dinikmati mahasiswa bahasa Inggris secara bergilir. Kebanyakan perkuliahan tetaplah di ruang biasa dengan fasilitas “apa adanya”. Ada kipas angin, ada jendela, ada papan tulis dan kapurnya cukup, ada white board. Kalau sudah begini, apa adanya atau “ada apanya” yah? Lalu dimana bau teknologinya?

Misi Unlam untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi kepada mahasiswanya sampai saat ini belum dapat terasa realisasinya.  Untuk teknologi informasi seperti internet yang sudah amat biasa sekarang ternyata belum “masuk kampus”.

Padahal yang namanya mahasiswa pastilah akan terus berhubungan dengan teknologi yang satu ini. Baik untuk mencari referensi atau informasi untuk  tugas kuliah atau menambah wawasan. Pada dasarnya mahasiswa haruslah menjadi bagian masyarakat yang berwawasan luas. Dengan internet informasi dunia dapat terakses dalam hitungan detik.

Sayangnya di era teknologi yang serba canggih ini mahasiswa harus puas menikmati fasilitas internet di luar kampus. Pasalnya belum tesedianya sarana internet bagi mahasiswa. Di kampus lain, khususnya daerah di Jawa, mahasiswa PTN dan PTS-nya sudah kenyang dengan fasilitas internet yang dapat diakses dengan mudah di kampus mereka masing-masing.

Tidak usah begitu, untuk ukuran SD sampai SMA-nya pun fasilitas internet yang disediakan di sekolah sudah bukan barang baru lagi. Para siswanya bahkan dimanjakan dengan penyediaan internet gratis. Jadi, haruskah mahasiswa yang pendidikannya sudah tinggi kalah dengan anak-anak sekolah yang sudah maju dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi?

Sungguh suatu ironi yang seharusnya menggelisahkan pihak-pihak yang peduli akan pendidikan calon tenaga kependidikan di Banjarmasin. Bagamana ingin mencetak lulusan yang menguasai teknologi informasi jika penyediaan internet pun belum menjadi perhatian yang mendesak sampai saat ini.

Oleh karena itu, ingin sekali saran saya selaku mahasiswa FKIP Unlam bisa didengar dan menjadi bahan pertimbangan bagi petinggi kampus yang ingin memajukan fakultas keguruan ini. Mahasiswa pastilah akan sangat terbantu jika fakultas memberikan dan menyediakan sarana dan fasilitas akses internet sehingga bisa dinikmati sivitas akademikanya.

Jika pelayanan gratis masih sulit diwujudkan, setidaknya biaya yang lebih murah akan memberikan angin segar bagi mahasiswa. Dengan begitu kualitas seluruh sivitas akademis FKIP dapat meningkat karena segala informasi yang akan membantu kelancaran kuliah dapat diakses dengan mudah.

Mahasiswa tidak perlu lagi kerepotan mencari tempat di luar bila layanan internet “masuk kampus”. Cukup menggunakan internet kampus maka semuanya beres. Mempermudah dan membantu mahasiswa menjadi pintar itu bukankah bisa menjadi pahala?

Mahasiswa yang menunggu jam kuliah berikutnya dapat menggunakan waktunya lebih berkualitas mencari informasi sebanyak-banyaknya daripada nongkrong dan mengobrol. Waktu yang lebih efisien dan efektif dalam menjalani aktifitas berkuliah pun dapat dinikmati semua mahasiswanya.

Bila hal itu terwujud barulah bisa dikatakan FKIP Unlam berhasil mewujudkan visinya dalam mencetak tenaga kependidian yang memiliki kemampuan akademik, profesional, dan menguasai informasi serta daya saing tinggi. Jika belum, sampai tahun berapa ya visi FKIP bisa terealisasi?

Semoga FKIP dapat segera menjadi fakultas unggulan yang menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas dan andal menguasai teknologi yang nantinya akan memajukan pendidikan bangsa ini.  Semoga visi akan terus diperjuangkan oleh segenap petinggi-petinggi dari FKIP Unlam agar visi tak sekedar menjadi visi di atas kertas.

Anda setuju? Semoga saja …

Advertisements

10 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. masalah internet masuk kampus ada yang sedikit menarik kemarin, kebetulan sewaktu mengantor di bawah rektorat sempat ditawari agen telkom yang menawarkan modem dan pemasangan gratis, katanya promosi dari telkom selama 2 hari. Entah kenapa sehabis menawarkan keseluruh Unlam, si sales malah curhat, ternyata Unlam menanggapi “LUAR BIASA”..he..he..he, penasaran ? tanya saja dengan petinggi-petinggi Unlam ???

  2. saya setuju tu mba pabila adaya internet gratis bagi para mehasiswa,tapi pada kenyataannya internet yang disajikan di FKIP terbilang cukup mahal ketimbang diluar kampus……… kbukannya apa2 sih cuman seperti yang telah say amati ketika saya yoba buka internet di fkip ternyata sama aza dengan internet diluar pada umumnya bahkan menyrut aq lebih baik diluar karna lebih cepat efisien juga lebih murah………………
    bagi para petinggi unlam yg baca mohon ya usulan internet gratis buat para mahasiswa ditanggapi dan sesuaikan dengan misi dan visi yang tercantum di kampus FKIP yaitu : “menjadi tenaga pendidik yajng Menguasai TEKNOLOGI”……………..

    Thax ya comment-nya. tapi, bukannya internet yang disediakan diruang multimedia bisa diakses gratis oleh mahasiswa? saya sendiri sih belum pernah mencoba. hehe…:)

  3. Saran untuk internet gratis…

    kalo mau menyelenggarakan internet gratis, ada solusi murah meriah dan efisien. Hal ini sudah kami praktekkan di Kota Kandangan.

    Caranya menyewa bandwidth lewat satelit (VSAT) dan dibagi melalui wireless. Kalo para Bapak, Ibu Petinggi FKIP, Petinggi Unlam mau tau rincian biaya, berikut gambarannya:

    1. Equipment VSAT (dish 1meter) : Rp. 15 jt
    2. Access Point : Rp 4jt
    3. Tower Triangle 30 mtr : Rp 4jt
    =================================
    Total alat : Rp 23 Jt

    4. Biaya bulanan untuk bandwidth Uplink : 128 Kbps
    Downlink : 512 Kbps
    unlimited 24 jam sehari 30 hari sebulan $350 .

    Apa nggak kemahalan???

    Tidak! itu investasi awal peralatan memang mahal tapi biaya bulanan sangat murah…

    Coba hitung kalo kita berlangganan telkomnet instant lewat telpon, permenit Rp 150. kalo sejam berarti Rp 9ribu. Kalo sehari Rp 216 ribu. sebulan berarti Rp 6,4 Jt. ingat bandwidt h yang ditawarkan telkomnet cuma 64Kbps aja. berarti kalo mau 512Kbps pake telkom 6,4 juta X 8= 50 Jutaan.

    Ada sih pake speedy dapat bw 384Kbps, katanya…
    tapi kenyataanya cuma dapat 100-200Kbps. Itu pun kalo jaringan telkom udah overload jadi kacau juga. belum lagi sistem billingnya yang kadang nggak fair.

    Lebih baik pake VSAT, trus dibagi pake wireless dengan investasi awal < 30 jt dan bulanan 3,5 juta dah dapat akses internet unlimited 24 jam. Selain itu pihak FKIP juga dapat memakai sebagian bandwidths selain yang disebar di AP.

    Kalo udah gitu , bayangkan diruang dosen ada akses internet, diruang BAAK ada internet, di Lab ada internet. bahkan kalau mau nambah bandwidth jadi 1024Kbps (ups 1Mbps men, bisa video conference) cukup nambah $150 lagi. Itu udah cukup untuk dibuat Hotspot+Warnet+dibagi didalam ruang kantor).

    kalo mau lebih banyak informasi tentang VSAT ku Band, silakan hubungi. Saya siap sedia membantu karena saya juga lulusan FKIP.

    Terima Kasih.
    Sys (syamsuddin.ideris@gmail.com).

  4. […] Visi, Misi FKIP Unlam […]

  5. Rasanya gak ada yang gratis di dunia ini. Bila kita ingin melek IT, ya kita manfaatkan rental yang ada di sekitar kita. Toh, bila ke rental tak mahal amat biayanya. Nah, bila fakultas tak kasih fasilitas yang memadai, sekali lagi, bila kita mau maju, ya banyak usaha sendiri. Fakultas punya banyak keterbatasan. Banyak orang yang melek IT, tanpa bergantung pada fasilitas yang disediakan oleh lembaganya. Bujur kalo?

  6. kapan yahkita dapat sekolah gratis????
    salam kenal dari orang kandangan
    http://www.kawasah.co.cc
    http://varfin.wordpress.com

  7. Dulu kami pernah mengerjakan Sistem Informasi Akadmik Online untuk FKIP Unlam. Duluuuuu..tahun 2005 jauh sebelum FKIP punya hotspot dan kenal internet.
    Hasilnya tidak jadi dipakai dan script jadi amburadul karena yang diserahi tugas mengelola gaptek dan malas-malasan.
    Padahal script sudah selesai 99% tinggal membenahi tampilan cetak Ijazah. Harusnya udah jalan, entri data PMB, jadwal akademik, KRS, KHS, nilai, cetak KHS, sampai cetak ijazah. Tapi gitu dech waktu dihosting di server lokal FKIP Unlam script dan databasenya jadi hancur. Untung saya masih punya back up jadi sekarang saya coba hosting di http://simfkip.net63.net. Silakan kunjungi dan berikan apresiasi anda.

  8. eh, gimana kabar FKIP UNLAM neh???
    udah baca berita belum tentang penggerebekan mahasiswa FKIP unlam yang lagi “pacaran” dikosan, selasa 4 Agustus 2008 kemaren??
    udah baca belum???
    kalo udah, sesuai gak dengan visi dan misi FKIP??
    kalau belum baca, baca aja di blog aku.
    http://www.kawasah.co.cc
    OK???

  9. saya meminta kepada para rekan-rekan mahasiswa untuk menjadi seorang yang benar-benar mahasiswa sejati..
    lihat keadaan di sekitar anda yang hari ini terjadi pungli berkedok pendidikan….. mahasiswa di jadikan objek pembangunan..
    masa untuk membangun gedung FKIP harus merampok mahasiswa puluhan juta..
    masa mata kuliah PKL dijadikan matakuliah wajib yang harus diambil…lagi pula kok ke luar pulau jawab.. jangan-jangan ini proyek yang memberika fasiltas kepada para dosen untuk piknik gratis..

    tolong donk lihat keadaan keuangan mahasiswa… tidak semua orang yang kuliah di unlam itu anaknya oarang kaya bunk…

  10. Satu-satunya perguruan tinggi negeri di banjarmasin tapi minim fasilitas, ironis memang, kita aja di madrasah tsanawiyah guru n muridnya bebas pake internet di sekolah (“nyantol” sama SMK siih….) but it’s okay yang penting kita kada “gatek”, iya kalo??? ayo UNLAM kasian tuuh mahasiswa mu…kalo nda rubah aja Visi Misi mu itu hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: