Balikpapan Kota Idaman (Orang Kaya)

November 3, 2007 at 12:11 pm | Posted in Umum | 16 Comments

Indonesia saat ini mulai banyak disesaki orang-orang kaya. Pertumbuhannya luar biasa cepat. Sayangnya, sama luar biasanya seperti pertumbuhan orang miskinnya.

Sejalan dengan meningkatnya kaum borjuis di tanah Indonesia, tak heran gaya hidup dan tingkat kebutuhan ala metropolis kian meningkat. Makin hari makin digilai. Alhasil, negara kita makin produktif akan pembangunan rumah real estate dan apartemen, juga tak ketinggalan ramai dengan Mall dan tempat hiburannya. Tapi, tak lupa juga, seirama dengan penggiatan penggalian harta alam dan perusakan lingkungan yang semakin mewabah. Kalu tidak begitu, bukan Indonesia namanya, kan?. Hehe…

Fenomena pembangunan yang semakin jor-joran ini rasanya hampir meliputi seluruh wilayah di kota-kota besar Indonesia. Jakarta, itu sudah tak ayal lagi. Bahkan di kota-kota di luar pulau Jawa pun tak kalah dalam hal peningkatan pembangunannya.

Seperti juga yang terjadi di Balikpapan. Ketika mudik Lebaran kemarin, ternyata kota tempat kelahiran saya itu mengalami perkembangan yang terus signifikan. Setelah apartemen Superblock yang mewah ala metropolian belum usai benar dibangun, apartemen lain yang tak kalah “mahal” bersiap membangun. Perumahan mewah juga tak ketinggalan dalam kancah persaingan. Terus melebarkan sayap di berbagai daerah pemukiman.

Yang paling menonjol adalah semakin tak terhitungnya hotel yang bermunculan. Mulai dari kelas melati sampai hotel bintang lima. Baru saja kurang setengah tahun saya meninggalkan kota ini, eh, tahu- tahu sudah muncul saja beberapa hotel besar di pusat kota. Konon, ini guna menyambut peluang bisnis besar ketika PON berikutnya akan di gelar Di Kalimantan Timur. Letaknya pun menakjubkan. ada yang hanya berjarak beberapa meter, bahkan ada yang berhadapan langsung. Itupun, di beberapa kawasan lain masih menunggu hotel-hotel yang dalam tahap pembangunan.

Jadi berpikir, hotel sebanyak itu, siapa yang menginapi?. Ternyata jawabannya langsung didapat setelah berbincang dengan teman yang kebetulan bekerja sebagai receptionist di salah satu hotel. Katanya, tamu rata-rata perhari bisa dikatakan tak sepi pengunjung. Padahal, hotel tempatnya bekerja tak terlalu terbilang mewah, hanya sekelas bintang tiga.

Kalau begitu, tak aneh kalau para pengusaha berbondong-bondong berinvestasi di bidang perhotelan. Tak heran juga sih, mengingat kota ini memang ramai dengan foreign company. Padahal, pebangunan tersebut boleh dibilang kurang sejalan dengan kenyataan di lapangan yaitu tingginya tingkat pemadaman listrik. Bukan barang aneh lagi, kalau kota yng terkenal ladangnya minyak ini justru akrab dengan pemadaman listrik bahkan ditambah dengan macetnya aliran PDAM ketika musim kemarau tiba. Anehnya, pembangunan seperti tak pantang menyerah. Tetap saja jalan terus.

Dengan semakin menjamurnya bisnis property mulai dari apartemen, real estate, mall, sampai hotel, boleh jadi mengimplikasikan satu hal. Bahwa orang kaya di Balikpapan juga kian meningkat tajam. Terbukti dari jumlah mobil mewah yang semakin banyak berseliweran.
Teman saya tersebut juga bercerita kalau suatu hari pernah dia melayani satu keluarga yang ingin mem-booking kamar hotel. Bukan karena sedang berlibur atau ada urusan bisnis. Tapi, “hebatnya”, mereka menginap di hotel hanya karena aliran listrik di komplek yang mereka tinggali sedang dalam pemadaman. Untuk mengungsi saja, kata mereka. Wah, luar biasa! Semakin beragam saja yah cara orang kaya “menggunakan” uangnya.

Begitulah orang kaya yang semakin kencang geliatnya di kota minyak Balikpapan. Lalu ke mana orang miskinnya? Apa di sana begitu sejahteranya hingga orang miskin awam ditemui. Kalau melihat dari kasat mata sih bisa jadi. Sementara di banyak kota besar lain menghadapi permasalahan banyaknya gepeng yang mengurangi keindahan kota, Balikpapan justru adem ayem, tenang tentram. Lewat saja di seluruh lampu merah, tak akan didapat pegemis yang “ngobyek” atau pengamen jalanan. Semuanya terlihat begitu tertib dan teratur. Hebat!!
Tapi, benarkah tak ada orang miskin disana? Tentu saja tidak seperti itu. Saya yakin, masih banyak keluarga-keluarga prasejahtera yang masih meringis bertahan hidup di kota besar tersebut. Apalagi beban mereka semakin berat kala harus menerima kenyataan biaya hidup yang begitu tinggi disana.

Saya rasa akan lebih tepat dikatakan kalau, Balikpapan bukanlah tempat bermukim yang tepat bagi orang miskin. Kenapa? Satu contohnya adalah di bidang kesehatannya. Puskesmas yang sepatutnya merupakan tempat berobat bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu rasanya malahan tidak memihak pada mereka. Bahkan di salah satu puskesmas, di sekitar tempat tinggal saya, untuk membuat kartu berobat saja sudah harus merogoh kocek sebesar tiga ribu. Itu hanya langkah awalnya. Untuk ongkos periksa dan obat, mereka harus merogoh kantong lebih dalam lagi.

Sangat kontras bila dibandingkan dengan biaya Puskesmas di Banjarmasin di mana dengan ongkos 2.500, sudah bisa mendapatkan pelayanan plus obatnya pula. Ibu saya bahkan pernah menghabiskan 30.000 untuk sekedar berobat biasa. Sejak itu, beliau lebih memilih untuk berobat langsung di dokter praktek. Tapi, itupun harus menghabiskan uang sekitar 70.000. Jadi, bagi orang berpenghasilan rendah mesti menabung terlebih dulu barulah berobat. Karena itu, lebih baik sakit pun harus direncanakan dan dipersiapkan matang. Kalau sudah seperti itu, dimana fungsi Pukesmas sebenarnya? Apa juga ditujukan untuk orang mampu? Tapi, itu juga bukan hal mustahil, mengingat bangunan untuk puskesmas di sana yang terbilang cukup mewah dan hampir menyamai rumah sakit.

Pertanyaannya sekarang, kemana orang-orang tidak mampu harus berobat? Apakah orang miskin dilarang sakit?. Apakah sakit hanya diperbolehkan bagi orang-orang dengan dompet tebal?
Sejak beberapa waktu terakhir semakin banyak kawasan-kawasan pemukiman padat penduduk di sana yang terbakar. Konon, kebakaran itu merupakan rekayasa hasil kongkalikong antara oknum terkait dengan pebisnis property. Tujuannya, mudah ditebak, kalau tidak perluasan real estate, atau bisa jadi lahan baru untuk pembangunan hotel atau apartemen. Lalu, kemana para korban musibah mencari tempat tinggal ketika semua tempat (seolah-olah) seperti dikuasai para borjuis? Kemana orang miskin mencari tempat tinggal di saat semua tanah (serasa) diperuntukkan bagi mereka dari kalangan berpunya?

Di komplek saya sendiri, yang sejatinya adalah perumahan khusus PNS, sudah hampir dihiasi dengan rumah-rumah mewah yang tak kalah mahalnya dengan rumah di kawasan perumahan elit. Tapi, yang lucu adalah pemandangan menonjol karena masih berjejernya rumah-rumah mengenaskan di sebelahnya. Tak heran kalau kesenjangan sosial suah mulai kentara di sana. Alih-alih saling peduli, sebagiannya justru cuek bebek bahkan ketika mereka tahu tetangga mereka sedang sangat kekurangan.

Orang kaya boleh makin bertambah. Tapi haruskah dengan begitu jurang antara kaya dan miskin makin tampak dari hari ke hari. Balikpapan boleh jadi kota idaman dengan tata kota dan tata kehidupan yang teratur. Balikpapan boleh jadi merupakan kota kaya dengan segala macam pembangunannya. Tapi, haruskah Balikpapan perlahan mejadi tempat terlarang bagi kaum miskin?

Advertisements

16 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kemajuan dong … yang pasti menjadi kaya itu tidak dimusuhi Allah Swt, … orang kaya yang serakah tidak peduli yang miskin itu baru dinacam. Jadilah, kaya … carilah kekayaan seolah-olah kamu akan hidup selamanya, sabda Rasulullah. Artinya dalam mBak

    Orang kaya yang dermawan sih bagus aja sih, Pak. Makin banyak makin bagus lagi. Orang misikinnya bisa jadi berkurang. Hehe…

  2. Saya pernah ke Balikpapan, kira2 pertengahan tahun ini. Kota yang bagus dan rapi. Sayang kalo perkembangannya tidak diatur, bisa semrawut kaya Surabaya nanti… 🙂

    Oya? bener2…apalagi sekarang ini “siapapun” kayanya bisa dapat akses kredit kendaraan…Moga2 ga sampe seh:)

  3. Saya tak akan memberi koment pada tulisan mbak…tapi saya cuma mau nanya mana tulisan yang terbaru mbak. Saya suka tulisan mbak…
    Salam Kenal…

  4. Ohya?
    Sudah demikian metropolisnya kah Balikpapan?
    Kaya-Miskin memang selalu ada dimana-mana.
    Kalau saja semua orang (termasuk yang kaya) mengefektifkan zakatnya, didistribusikan dengan benar, insya Allah kesenjangan akan pudar.
    Dan kalau saja pejabat eksekutif, legislatif mau dikurangi sedikit jatahnya dan disebar secara proporsional ke rakyat, insya Allah semua penduduk akan sejahtera.
    Semoga…..

    Salam kenal

  5. Postingan yang menjadi juara bertahan kali ya

    Pak, postingan yang ini udah nggak jadi juara bertahan lagi 🙂 …Moga yang terbaru nggak jadi juara bertahan lagi yah, hehe….

  6. Wah sama dunk saya juga orang Balikpapan,, memang nich hidup di “oil city” membutuhkan biaya extra,, tapi ga harus orang kaya aja yang layak hidup di kota itu,, karena kota balikpapan menyediakan banyak peluang kerja bagi masyarakatnya asalkan kita mau berusaha saja.. sapa sih yang ga mo tinggal di kota yang hampir tiap tahun menyabet “ADI PURA” ini???????
    Bravo balikpapan

  7. BANGGA……… saya bangga menjada anak balikpapan, menjadi anak yg dilahirkan dikota balikpapan. klu dulu org sering menyebut bangga menjadi anak jkt ato anak jkt dgn pd nya blg bangga jd anak jkt skrg. jauhhhhh deh, yg ada skrg saya bangga jd anak balikpapan. kota yg bakal menjadi hongkong 2 nya asia ato singapore ke 2 asia. gk percaya dtg ke balikpapan, pertubuhan kotanya sangat maju pesat bisa dilihat di 10 thn mundur dan skrgnya, jauhhhhhhh kemajuan.
    bnyk mall dan plasa yg bertaburan dan hotel2 kelas internasional yg ada, berarti mereka percaya dan menaruh harapan pada kota yg menjadi pintu gerbangnya kalimantan ini. jg banyaknya ekspat yg bs diliat lalu lalang…
    sungguh saya bangga jd anak balikpapan.
    maju balikpapan, tinggalkan lawan…..
    kota balikpapan jg menjadi incaran dr org2 berduit dan pintar krna kota ini punya prospek yg sangat baik.

  8. bukankah Balikpapan yang punya motto Kujaga dan Kubela itu? Yang mottonya “ditiru” walikota Padang?

  9. ya balik papan memang sebuah peluang yang semua orang banyak menginginkannya tapi harus di imbangi dengan tata kota yang baik,,,banyak pembangunan yang jelas dan pasti semrawut jika tidak ada tata kota yang baik..

  10. Sebagai warga yang lahir dan besar di Balikpapan turut BANGGA, akan kemajuan yang cukup pesat untuk kota tercinta. Tapi,tolong bapak walikota yang terhormat dan instansi2 yang terkait juga kita warga Kota Balikpapan, mari bersama-sama jaga kota kita dalam segala aspek baik pembangunan dll.Dan jadikan Motto Kota BERIMAN,dengan arti yang seluas-luasnya.

    Untuk Sdri.Rahayu Suciati, terima kasih untuk tulisan dan kekritisan anda dalam menyikapi sebuah fenomena.Saya tunggu tulisan anda berikutnya.

    Amir Hamzah

  11. balikpapan ga seindah yg kalian bayangkan ko’
    biasa aja tuh…
    ya sapa lagi yg mo muji klo bukan orang balikpapan sendiri….

  12. balikpapan emang kota maju, namun sayang tidak diikuti dengan peningkatan mutu SDM disana. Aku anak balikpapan aja baru keluar pulau uda keliatan gapteknya. ngotak-ngatik Nero aja ga bisa.he..he..he…

  13. Balikpapan kota kelahiranku…kota yg dikelilingi pantai..so fantastic..lampunya yg terang benderang…maklum namany juga oil city.. I love it!aq bangga bgt..byk bgt investor yg melirik kota Balikpapan..kemajuan kota yg sangat luar biasa..kota yg menurutku sangat disiplin..bersih yg tiada duanya..aman nyaman damai bgt deh..Aq udah keliling ke berbagai kota..tetap saja Balikpapan is THE BEST! semoga lahan pekerjaan diBalikpapan tetap memprioritaskan khususny mereka yg lahir diBppn..Saya tau bgt ga gampang untuk orang punya KTP Bppn..polisi disana juga baik2 ga ada yg suka cari2 uang tambahan, klo lampu merah semua dibelakang garis..sangat disiplin..”ga sepert dikota lain..kenaikan harga tanah disana gila2n..bagus bgt untuk investasi..Salah satu hal yg kurang..sayangnya belum banyak universitas/institute…harapanku mudahan Balikpapan akan terus dapat mempertahankan n meningkatkan citra nya ..amiin..

  14. Mbak, kalau bicara masalah Kaya dan miskin

    kan sama juga dg Siang dan Malam, sehat dan sakit, kurus gemuk, tinggi

    pendek,……………etc.

    Nah, kan Allah maha adil,maha penyayang kan mbak ? Wah bisa repot kalau semua kaya atau semua miskin.
    Ntar nggak ada yg jual Aqu btl di warung atau yg cuci mobil atau jual
    Koran dan tambal ban,tambal sepatu ??????

    Ok, itu comment dari Ody, di Jl. Pangeran Antasari dekat Mesjid Al Muharam. diatas Ramayana Rapak.

    Ok Tulisan nya menarik, nanti coba buat untuk menulis Kaum Duafa di Pinggiran Kota Minyak, spt Kp.Baru Ujung, Jl. Kilat, atau Gn.Tembak.

    Kasihan sampai ada yg jual Tubuh mereka demi sesuap nasi hanya dgn
    Rp. 50,000. utk ditiduri dan memuaskn laki2 hidung belang.
    Ini yg harus mbak telusuri kan ?

    Wass,
    Ody.

  15. ASSALAMUALAIKUM WR WB..
    Orang kaya makin banyak. Adakah Hamba ALLAH SWT yg sudi membantu kesusahan hidup kami yg sudah belasan tahun terjebak lilitan utang riba. Aset kami telah terjual, rekan family jg sdh cukup membantu, namun utang riba masih juga tersisa dan mulai membengkak lg ke jumlah 120_an juta. Tolonglah kami dgn pinjaman SYARIAH utk memusnahkan utang riba ini. Agar kami dpt bangkit terbebas dari kesengsaraan ini. 081339804280

  16. Mbak dan Teman2 yg ada di sini, mohon bantuan kiat2 dalam mengatasi masalah kami ini. Kami tdk tahu bagaimana bisa selamat dari lilitan utang riba yg tanpa kasihan telah mengambil penghasilan kami tiap bulannya dan itu pun masih kurang hingga terpaksa kami hrs ‘gali lobang’. Dan parahnya sebagian pembayaran kami tiap bulan itu hanya utk bunga utang, belum termasuk pokok. Mohon solusinya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: