Perlukah Kita Sekolah?

August 18, 2007 at 8:43 am | Posted in FKIP Unlam | 4 Comments

Oleh Rahayu Suciati 

Membaca buku karangan Muhammad Izza Ahsin yang berjudul Dunia Tanpa Sekolah membawa saya bernostalgia dengan dunia sekolah yang pernah saya jalani dulu. Bukan mengenang bagian dimana saya berkumpul bersenang-senang bersama teman-teman dulu tentunya. Lebih jauh, buku ini menghentakkan pemikiran saya pada sebuah kesadaran. Pernahkan saya tahu apa sebenarnya tujuan saya bersekolah dulu? Continue Reading Perlukah Kita Sekolah?…

Advertisements

Imitatif yang Tak Positif

August 12, 2007 at 11:10 am | Posted in Pendidikan | 2 Comments

Oleh Rahayu Suciati  

Masih ingat dengan film catatan si Boy? Saya pribadi tak akan bisa melupakan film Indonesia yang pernah sukses besar sekitar tahun 80-an itu. Selain sisi komedinya cukup menghibur, entah mengapa saya suka sekali dengan karakter pemeran utamanya. Boy, seorang pemuda tampan, kaya raya, pintar, sukses, alim, dan baik hati. Manusia hampir sempurna, seperti tak ada cela.  

Continue Reading Imitatif yang Tak Positif…

Quo Vadis Pendidikan Bahasa Inggris?

August 11, 2007 at 8:26 am | Posted in Pendidikan Bahasa Inggris | 14 Comments

Oleh Rahayu Suciati*

Konvesional. Seperti itulah pengajaran bahasa Inggris (BI) yang umumnya ditemui di sekolah-sekolah di negara kita. Pengajaran berfokus pada gramar dan penguasaan tata bahasa sudah berakar dalam sistem pengajaran BI di Indonesia. Saking menitikberatkan pada kemampuan gramar banyak elemen lebih praktikal tidak kebagian waktu untuk diajarkan. Akibatnya siswa yang sudah belajar BI sejak SMP, bahkan sejak SD, masih gagap berbicara BI. Masih untung jika sebatas gagap, yang parah ada lulus SMA yang tidak bisa memperkenalkan diri dalam BI. 
 
Continue Reading Quo Vadis Pendidikan Bahasa Inggris?…

Belajar dari “Orang Kecil”

August 11, 2007 at 8:18 am | Posted in Unlam | Leave a comment

Oleh Rahayu Suciati*

Tersebutlah seseorang bernama Bapak Itas. Siapa dia? Jika Anda yang sedang membaca tulisan ini pernah atau sedang menimba ilmu di Unlam Banjarmasin, mungkin pernah melihat sosok Beliau namun mungkin tidak tahu saja nama beliau.

Beliau adalah sosok Bapak dalam usia senja yang bekerja dari pagi hingga senja menjemput. Dengan bermodal karung yang berisi peralatannya mencabut rumput, bapak ini dengan tabah menekuni profesinya sebagai pencabut rumput dan pembersih halaman kampus dan juga mungkin beberapa kampus lainnya, saya kurang tahu persis. Yang jelas Bapak satu ini sering terlihat wira-wiri mencabuti rumput di sekitar kampus FKIP.

Continue Reading Belajar dari “Orang Kecil”…

Visi Misi FKIP Unlam

August 5, 2007 at 2:27 pm | Posted in FKIP Unlam | 10 Comments

Oleh Rahayu Suciati

Jika Anda yang membaca artikel ini kebetulan termasuk satu dari sekian mahasiswa yang tercatat sedang atau pernah menimba ilmu di FKIP Unlam Banjarmasin, ada satu pertanyaan yang hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Continue Reading Visi Misi FKIP Unlam…

Sudahkah Sekolah Sebagai Lembaga Pembebasan

August 5, 2007 at 2:24 pm | Posted in Pendidikan | 2 Comments

Oleh Rahayu Suciati

Apakah lembaga pendidikan di Indonesia sudah melaksanakan fungsinya selayaknya? Tidak perlu buru-buru menjawabnya. Mari kita diskusikan makna hakiki pendidikan itu sendiri.

Sejatinya, pendidikan adalah proses untuk  memanusiakan manusia. Hal inilah yang mendasari pemikiran Paulo Freire, pendidikan adalah praktek pembebasan, bukanlah transfer atau transmisi pengetahuan dari berbagai kebudayaan.

Continue Reading Sudahkah Sekolah Sebagai Lembaga Pembebasan…

Dendang Harap Urang Banjar

August 5, 2007 at 2:20 pm | Posted in Urang Banjar | 13 Comments

Oleh Rahayu Suciati

Banjar adalah warisan suku dan akar yang kuat mengalir dalam darah saya. Dimanapun menginjakkan kaki dan bernafas, Banjar adalah identitas etnis yang tak akan pernah saya lepaskan: Saya bangga jadi urang Banjar.
 
Kebanggan sekarang semakin saya rasakan, tetapi ketika semasa sekolah dulu saya tidak peduli budaya Banjar. Sejak lahir hingga lulus SMU, saya dan keluarga menetap di Balikpapan. Berbahasa Indonesia sudah menjadi makanan sehari-hari disana karena penduduknya yang heterogen dan tidak mempunyai bahasa daerah sendiri. Walau begitu, dalam didikan orang tua saya tumbuh bersama bahasa dan budaya Banjar.
 
Continue Reading Dendang Harap Urang Banjar…

« Previous Page

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.